Rakernas XV, Pemaparan dan Tanya Jawab Direksi

SP NEWS – Cisarua. Setelah upacara pembukaan Rakernas XV secara resmi dibuka oleh Direktur Utama Gapura Angkasa, Sucipto, dengan pemukulan gong, maka setelah coffee break dilanjutkan dengan pemaparan tentang kondisi perusahaan dan sesi tanya jawab dari seluruh peserta rakernas.

Dengan dipandu oleh Bendahara Umum Siperkasa, RM Arief Mulyana dalam format ala talk show sehingga lebih terlihat rileks.

Berikut rangkuman sesi tanya jawab yang dirangkum oleh kontributor siperkasa.org Evan Ramadhan (SP KMO) dan dilengkapi oleh moderator RM Arief Mulyana.

 

*****

Sekilas tentang kondisi Gapura sekarang ini :
1. Dengan selesainya kontrak sewa GSE per bulan Agustus 2017, kondisi keuangan Gapura di bulan Oktober 2017 sudah menghasilkan laba dengan target laba akhir tahun buku 2017 diharapkan mencapai laba Rp. 25 Milyard
2. Hutang Sewa GSE TRM Singapore sudah berakhir dengan diambil alihnya leasing tersebut oleh bank CIMB Niaga Syariah dengan pola Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) , Gapura sudah saving opportunity cost untuk 10 th ke depan sejumlah sampai dengan Rp. 1 Triliun
3. Unit Cargo sebagai penyumbang laba terbesar saat ini berhasil mempunyai customer baru yaitu KLM dan saat ini sedang berupaya mendapatkan 1 customer lagi.
4. Dengan program pengalihan asuransi kesehatan untuk para purnawira/ pensiunan dari semula Asuransi Mandiri Inhealth kepada BPJS, kita sudah melakukan saving cost dengan cara optimalisasi cost dengan tetap mengawasi hal ini tidak merugikan para purnawira/ pensiunan
5. Komposisi Saham. Berbagai cara dilakukan Manajemen untuk menambah atau mendatangkan dana segar untuk kepentingan operasional adalah dengan cara melakukan Diversifikasi Usaha mis. adanya program JOUMPA, juga dengan cara Gapura menawarkan sejumlah saham (baru) kepada pemegang saham.
a. Yang berminat untuk membeli saham (baru) yang ditawarkan tersebut, adalah PT. Angkasa Pura 2.
b. Dengan masuknya dana segar dari pembelian saham (baru) tsb, BOD sudah menginstruksikan kepada masing – masing unit untuk membuat Business Plan.

TANYA JAWAB – SESI 1

KNO
1. Bagaimana konsekuensi untuk tim pengadaan GSE Lease yang sudah membuat kondisi Gapura seperti sekarang (rugi)?
2. Penerapan kebijakan yang tidak seragam, contoh :
a. Komposisi SPV yang tidak seragam antar cabang dalam kelas yang sama, contoh di cabang PKU dengan flight yang lebih sedikit dari KNO, tetapi justru memiliki jumlah SPV lebih banyak dari KNO.

SUB
1. Siperkasa cabang Sub berterima kasih atas Quick responsenya terhadap permasalahan PKWT di cabang Sub serta berharap semoga target untuk mentuntaskan permasalahan PKWT dapat terealisasi sesuai target waktunya.
2. Usulan Struktural dari Putra daerah. Karena hal ini menguntungkan dari sisi biaya misalnya jika pejabat ybs ternyata tidak capable dan dicopot jabatannya maka tidak diperlukan biaya mutasi dll
3. Apakah ada bonus untuk tahun2017 ini ?

SOC
1. UMP Outsourcing (OS ) di SOC tergolong kecil, ini sangat terasa jika musim operasional Haji tiba, apakah tidak ada kebijakan dari Manajemen untuk hal ini khususnya insentif OS Haji?
2. Seberapa besarkah kemungkinan kenaikan tarif Garuda.

JAWABAN DZ- SESI 1
KNO
1. Tidak ada Konsekuensinya karena dalam setiap penugasan pekerjaan, bawahan hanya mengerjakan perintah atasannya, sehingga yang salah dan pantas menerima hukuman adalah atasannya itu.
Dalam peristiwa pengadaan sewa GSE dengan TRM Singapore sudah dibayar dengan turunnya Agus Priyanto dari kursi Direktur Utama. Upaya hukum pun sudah berusaha ditempuh PT. Gapura Angkasa melalui International Lawyer namun mereka tidak dapat menemukan hal yang mempunyai konsekuensi hukum/ Korupsi selain Nilai Pengadaan yang terlalu besar dalam kontrak pengadaan tersebut.
Sekalipun begitu Manajemen masih menyatakan terbuka jika kemudian ada pihak yang bisa membuktikan terjadinya penyelewengan hukum dengan data valid dan cukup maka PT. Gapura akan menindaklanjuti. Sementara untuk anggota Tim Pengadaan sudah dilakukan wawancara per individu dan mereka menyatakan bahwa saat itu mereka semua dalam tekanan (dibuktikan dengan adanya pesan Whatsapp dari DZ saat itu).

2. Akan ditinjau lebih lanjut, namun penyeragaman struktur organisasi di Cabang merupakan hal yang sulit diaplikasikan karena setiap Cabang mempunyai karakteristik yang berbeda, contohnya lay out bandara dsb

SUB
1. Masalah PKWT merupakan warisan masa lalu dan untuk membenahinya memang dibutuhkan biaya sementara uang perusahaan terbatas, sehingga pembenahannya ke depan akan dilaksanakan dengan cara rekrut yang ketat, unit IH sudah Mapping PKWT. Saat ini upaya rekrut dilaksanakan bekerjasama dengan Sekolah kejuruan resmi kemudian diikutkan Program Pendidikan Militer (Rindam), masuk masa pendidikan dan setelah lulus maka masuk masa bekerja dengan penilaian kinerja. Jika kinerjanya memenuhi kriteria yang ada maka karyawan tersebut akan menjadi Pegawai Tetap setelah menjalani test yang ada
2. Carrier path tetap ikuti aturan yang ada, harus mau ke daerah lain dulu dan sekolah dulu, contoh soal adalah pemilihan VP Akuntansi baru-baru ini. Dari Kadin cabang kelas 1 (DPS) – Mgr Keuangan cabang kelas 2 (SUB) – Mgr Keuangan cabang kelas 1 (DPS) – VP Keuangan
3. Bonus ada jika sampai akhir tahun masih Laba.

SOC
1. UMP merupakan keputusan pemerintah yang akan berbeda pada tiap daerah. Karena margin laba yang ketat maka tambahan untuk OS musim Haji belum bisa diterapkan, karena bila kita adakan tambahan upah untuk OS disatu daerah maka cabang lain juga pasti akan menuntut hal yang sama, yang pada akhirnya beban perusahaan akan tinggi dan berpotensi minus/ rugi.
2. Peremajaan GSE itu pasti.
3. Karena struktur tarif Ground Handling yang ada di Indonesia maka usulan kenaikan tarif G/H merupakan hal yang sulit, namun meskipun begitu perihal kenaikan tarif GA akan menjadi agenda/ target perusahaan pada tahun 2018.

TANYA JAWAB – SESI 2

CGO
1. Karena prestasi CGO meraih laba melebihi target RKAP untuk tahun 2017, maka Siperkasa CGO meminta :
a. Ada Promosi/ rewards khusus untuk karyawan CGO.
b. Percepatan kenaikan status PKWT menjadi Pegawai Tetap CGO.
c. Review Organisasi dengan beban kerja yang semakin berat, sehingga diusulkan adanya penambahan 2 kadin untuk security CGO
2. Mohon perhatian DZ karena adanya pekerja OS yang upahnya dibawah UMR.

CGK
1. Kerjasama dengan pihak lain missal GHA Midle east asia dan lainnya, terutama pada sesi sibuk misalnya handle Hajji.
2. Sejauh manakah perhitungan Implementasi SLA GA

DPS
1. Kontrak Cargo di DPS mohon ditinjau. Karena banyak Customer GH kita, namun bukan Customer di Cargo kita.
2. Atas Masalah keterlambatan Seragam diusulkan ada pemberitahuan tertulis kepada seluruh Cabang

JAWABAN DZ-SESI 2

CGO
1. Untuk permintaan CGO sehubungan realisasi laba diatas anggaran:
a. Untuk usulan promosi/ reward khusus sebagaimana disampaikan oleh unit Cargo maka hal ini akan masuk jadi pertimbangan karena meskipun unit CGO dapat melampaui target laba, namun hal tersebut juga karena adanya bantuan dari cabang lainnya, mis terminal/CGK dan bukan berdiri sendiri.
b. Aturan kenaikan status PKWT jawabannya idem dengan penjelasan kepada SUB sebelumnya, harus mengikuti aturan yang ada
c. Penambahan dimaksud akan otomatis terjadi dengan adanya perubahan struktur organisasi

2. DZ menugaskan VP Human Capital untuk menyelidiki dan menindaklanjuti dengan menegur Provider jika memang ada Pegawai OS dengan upah dibawah UMR

CGK
1. Kerjasama dengan GH Asing terus dilakukan oleh Manajemen dan pihak ketiga pun terus berdatangan ke PT. Gapura untuk ajakan kerjasama. Namun tentu saja Manajemen melakukan seleksi atas calon dimaksud, akan dipilih jika memang bisa menguntungkan untuk PT. Gapura, jadi yang dilihat bukan Cuma masalah bonafiditas calon dari sisi finansil saja namun banyak faktor yang jadi pertimbangan.
2. SLA dengan GA tetap kita aplikasikan dengan seharusnya sesuai SGHA yang ada mengingat sampai dengan saat ini GA merupakan pelanggan utama PT. Gapura Angkasa

DPS
1. Masalah kontrak kerjasama airlines adalah merupakan haknya airlines untuk menentukan, kita tidak bisa memaksa/ mendrive jika airlines tertentu harus dihandling berbarengan baik untuk Ground Handling maupun Cargonya. Namun tetap kita upayakan untuk meminta bagi hasil dari proses loading/ unloading sampai ke cargo mereka
2. Seragam direncanakan sebagiannya sudah akan terdistribusi pertengahan Desember 2017 namun tahun ini sebagian akan terealisasi. Akan diupayakan oleh VP Human Capital dikirimnya surat pemberitahuan atas keterlambatan ini ke seluruh Cabang

TANYA J AWAB – SESI 3

UPG
1. Bagaimana tentang Sistem Penilaian Kerja OS , mohon aplikasinya dimaksimalkan dan kontinu
2. Adanya review khususnya terhadap GSE Operator karena dianggap kurang kesejahteraannya
3. Permintaan/ Usulan KOKARASA menjadi partner bisnis PT. Gapura

MDC
1. Adanya kenaikan tarif GH Citilink hendaknya jangan sampai melahirkan kompensasi-kompensasi baru lainnya.
2. Tiket Konsesi untuk new comer diusahakan kembali.
3. Penghargaan masa kerja 30 tahun hendaknya juga diberikan uang tunai.

SRG
1. Tentang cicilan angsuran CIMB Niaga Syariah serta dampak kpd cash flownya saat ini.
2. Di SRG ada permohonan realisasi anggaran berupa penambahan pegawai namun pending untuk approvalnya, katanya dilakukan oleh Kantor Pusat
3. Penambahan GSE sudah di approval oleh KP namun sampai sekarang belum terealisasi.
4. Terkait seragam yang target pertengahan Desember ini sudah setengahnya terkirim hendaknya VP Human Capital membuat surat tertulis pemberitahuan kepada seluruh Cabang perihal keterlambatan dan realisasi pengiriman seragam & apakah komponen seragam itu sudah termasuk jas hujan.

JAWABAN DZ-SESI 3

UPG
1. Perihal OS di Kantor Cabang, untuk Pimpinan/ General Manager jangan menjanjikan sesuatu yang muluk misalnya menjanjikan karyawan OS menjadi PKWT atau Pegawai Tetap, semua harus ikuti prosedur perusahaan yang ada. Tambahan info dari IH bahwa GLC UPG sudah mendapatkan Approval sehingga bisa berjualan Diklat nya lagi
2. Review terhadap sistem penggajian yang ada tentu harus dilaksanakan secara keseluruhan dan tidak bisa hanya terhadap satu jabatan tertentu, perbaikan kesejahteraan karyawan akan terus akan diperbaiki seiring makin laba/ majunya perusahaan. Sehingga menjadi tanggung jawab kita semua untuk mewujudkan itu. Usulan perbaikan mengikuti mekanisme yang ada dan disampaikan melalui Serikat Pekerja / SIPERKASA
3. Sebenarnya upaya menjadikan Koperasi Karyawan (KOKARASA) menjadi partner bisnis sekarang ini sudah dimulai dengan memberikan proyek pekerjaan yang dilakukan tanpa lelang misalnya: pengadaan Air minum. Dengan lebih profesionalnya KOKARASA ke depan akan Manajemen review & pertimbangkan KOKARASA lebih intens lagi menjadi partner bisnis dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku.

MDC
1. Citilink sebagai mitra customer sekaligus juga mitra grup Garuda Indonesia dengan adanya tambahan biaya yang mereka keluarkan dengan kenaikan tarif ini menjadi hal yang wajar jika ada permintaan tambahan item service dilapangan. Selama permintaannya wajar dan memang diatur dalam perjanjian yang ada, maka kita wajib melaksanakan pelayanannya
2. Pada prinsipnya sangat setuju, selama dananya tersedia akan diusahakan realisasinya.
3. Permintaan Penghargaan Masa Kerja 30 tahun hendaknya diberikan uang tunai akan direview oleh IH dan yang paling penting dananya tersedia.

SRG
1. Dengan ditake overnya sewa pengadaan GSE oleh CIMB Niaga Syariah dari TRM Singapore maka gambaran cash flow PT. Gapura Angkasa kurang lebihnya adalah sebagai berikut:
• Saat Perjanjian dengan TRM Singapore maka PT. Gapura Angkasa membayar biaya sewa perbulannya sebesar Rp. 15 Milyard
• Saat ditake over oleh CIMB Syariah dengan pola Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) maka PT. Gapura Angkasa membayar biaya cicilan sebesar Rp. 8 Milyard bahkan ada masa Grace Period selama 8 bulan tidak membayar cicilan terhitung saat kontrak perjanjian ditanda tangani
2. Dalam kondisi keuangan seperti sekarang, memang perusahaan mengadakan seleksi untuk pengadaan-pengadaan GSE dimaksud, dan untuk tidak menghambat operasi produksi dicabang maka pola yang sedang dijalankan saat ini adalah pola Relokasi dari cabang yang GSE-nya berlebih/ idle ke Cabang yang membutuhkan, jika memang tidak ada, sementara kebutuhan Cabang mengharuskan maka dipertimbangkan untuk pengadaan pembelian GSE dimaksud selama Cabang tersebut meng-anggarkan dan dana dibutuhkan memang tersedia
3. Surat seragam sesuai permintaan Cabang akan dibuat oleh VP Human Capital dan untuk Jas hujan/ Rompi sudah termasuk dalam komponen seragam PT. Gapura Angkasa

This entry was posted in Info Siperkasa. Bookmark the permalink.

2 Responses to Rakernas XV, Pemaparan dan Tanya Jawab Direksi

  1. KUKUH RUBIARNO says:

    Dear admin..
    Untuk pertanyaan dr KNO:
    Perbandingannya dgn Cab LOP,Flight yang lebih sedikit diberikan 3SVP…sedangkan Cab PKU yg notabene sama class Cab dan lebih banyak Flight yg dihandling tidak ada
    SPV….demikian koreksinya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *